Selasa, 24 Mei 2011

PERMASALAHAN LINGKUNGAN DI BENDUNG RAMAN PEKALONGAN


BAB I.
PENDAHULUAN


A.LATAR BELAKANG

Air merupakan bagian dari kebutuhan dasar yang tidak dapat dipisahkan dari manusia. Keberadaannya selalu membawa berbagai hal termasuk menfaat atau bahkan petaka. Untuk itu harus ada pengelolaan dan pengaturan yang benar tentang air agar air dapat mendatangkan sebuah manfaat kaitannya dengan air sebagai irigasi harus ada pengelolaan air yang tepat dan efisien. Yakni , dengan dibuatnya sebuah bendungan. Bendung Raman merupakan salah satu bendungan yang ada di wilayah Lampung kusunya Kecamatan Pekalongan Lmpung Timur.


B. Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui permasalahan lingkungan yang ada di Bendung Raman, dengan di ketahuinya permasalahan lingkungan yang ada di bendungan ini secara lebih lanjut akan dipelajari tentang masalah tersebut  untuk mencari solusi atau jalan keluar dari permasalahan lingkungan.

C. Kegunaan Penelitian

Penelitian ini berguna bagi mahasiswa sebagai peneliti dan juga berguna untuk pengelola Bendung Raman :
a.                   BagiMahasiswa
Dengan adanya penelitian ini mahasiswa akan mengetahui berbagai permasalahan lingkungan yang ada di bendungan, dengan pemahaman akan peran yang sangat besar dari bendungan mahasiswa akan lebih bijak dalam bertindak agar tidak memperparah permasalahan lingkungan yang ada.

b.                  Bagi Pengelola Bendungan
Dengan adanya penelitian ini dapat dijadikan sebagai referensi oleh pihak pengelola, hasil penelitian dapat berperan sebagai bahan semangat baru dalam mengoreksi tentang keadaan bendungan kaitannya dengan permasalahan lingkungan yang ada di bendungan.





































BAB II.
KAJIAN TEORI


A.    Dasar Teori

1. Pengertian Bendungan
            Bendungan (dam) adalah konstruksi yang dibangun untuk menahan laju air menjadi waduk, danau, atau tempat rekreasi. Seringkali bendungan juga digunakan untuk mengalirkan air ke sebuah Pembangkit Listrik Tenaga Air.
Bagian-bagian bendungan
Bendungan terdiri dari beberapa komponen, yaitu :

1. Badan bendungan (body of dams)
Adalah tubuh bendungan yang berfungsi sebagai penghalang air. Bendungan umumnya memiliki tujuan untuk menahan air, sedangkan struktur lain seperti pintu air atau tanggul digunakan untuk mengelola atau mencegah aliran air ke dalam daerah tanah yang spesifik. Kekuatan air memberikan listrik yang disimpan dalam pompa air dan ini dimanfaatkan untuk menyediakan listrik bagi jutaan konsumen.
2. Pondasi (foundation)
Adalah bagian dari bendungan yang berfungsi untuk menjaga kokohnya bendungan.
3. Pintu air (gates)
Digunakan untuk mengatur, membuka dan menutup aliran air di saluran baik yang terbuka maupun tertutup. Bagian yang penting dari pintu air adalah :
a. Daun pintu (gate leaf)
Adalah bagian dari pintu air yang menahan tekanan air dan dapat digerakkan untuk membuka , mengatur dan menutup aliran air.
b. Rangka pengatur arah gerakan (guide frame)
Adalah alur dari baja atau besi yang dipasang masuk ke dalam beton yang digunakan untuk menjaga agar gerakan dari daun pintu sesuai dengan yang direncanakan.
c. Angker (anchorage)
Adalah baja atau besi yang ditanam di dalam beton dan digunakan untuk menahan rangka pengatur arah gerakan agar dapat memindahkan muatan dari pintu air ke dalam konstruksi beton.
d. Hoist
Adalah alat untuk menggerakkan daun pintu air agar dapat dibuka dan ditutup dengan mudah.
4. Bangunan pelimpah (spill way)
Adalah bangunan beserta intalasinya untuk mengalirkan air banjir yang masuk ke dalam waduk agar tidak membahayakan keamanan bendungan. Bagian-bagian penting daribangunan pelimpah :
a. Saluran pengarah dan pengatur aliran (controle structures)
Digunakan untuk mengarahkan dan mengatur aliran air agar kecepatan alirannya kecil tetapi debit airnya besar.
b. Saluran pengangkut debit air (saluran peluncur, chute, discharge carrier, flood way)
Makin tinggi bendungan, makin besar perbedaan antara permukaan air tertinggi di dalam waduk dengan permukaan air sungai di sebelah hilir bendungan. Apabila kemiringan saluran pengangkut debit air dibuat kecil, maka ukurannya akan sangat panjang dan berakibat bangunan menjadi mahal. Oleh karena itu, kemiringannya terpaksa dibuat besar, dengan sendirinya disesuaikan dengan keadaan topografi setempat.
c. Bangunan peredam energy (energy dissipator)
Digunakan untuk menghilangkan atau setidak-tidaknya mengurangi energi air agar tidak merusak tebing, jembatan, jalan, bangunan dan instalasi lain di sebelah hilir bangunan pelimpah.
5. Kanal (canal)
Digunakan untuk menampung limpahan air ketika curah hujan tinggi.
6. Reservoir
Digunakan untuk menampung/menerima limpahan air dari bendungan.
7. Stilling basin
Memiliki fungsi yang sama dengan energy dissipater.
8. Katup (kelep, valves)
Fungsinya sama dengan pintu air biasa, hanya dapat menahan tekanan yang lebih tinggi (pipa air, pipa pesat dan terowongan tekan). Merupakan alat untuk membuka, mengatur dan menutup aliran air dengan cara memutar, menggerakkan kea rah melintang atau memenjang di dalam saluran airnya.
9. Drainage gallery
Digunakan sebagai alat pembangkit listrik pada bendungan

Tipe Bendungan
Bendungan juga dibagi menjadi beberapa tipe, yaitu :
1. Berdasarkan ukuran
a. Bendungan besar (large dams)
Menurut ICOLD definisi dari bendungan adalah :

* Bendungan yang tingginya lebih dari 15m, diukur dari bagian terbawah pondasi sampai ke puncak bendungan.
* Bendungan yang tingginya antara 10m dan 15m dapat pula disebut dengan bendungan besar asal memenuhi salah satu atau lebih kriteria sebagai berikut :
* Panjang puncak bendungan tidak kurang dari 500m.
* Kapasitas waduk yang terbentuk tidak kurang dari 1 juta m³.
* Debit banjir maksimal yang diperhitungkan tidak kurang dari 2000 m³/detik.
* Bendungan menghadapi kesulitan-kesulitan khusus pada pondasinya (had specially difficult foundation problems).
* Bendungan di desain tidak seperti biasanya (unusual design).

b. Bendungan kecil (small dams, weir, bendung)
Semua bendungan yang tidak memenuhi syarat sebagai bendungan besar di sebut bendungan kecil.

2. Berdasarkan tujuan pembangunannya
a. Bendungan dengan tujuan tunggal (single purpose dams)
Adalah bendungan yang dibangun untuk memenuhi satu tujuan saja.
b. Bendungan serbaguna (multipurpose dams)
Adalah bendungan yang dibangun untuk memenuhi beberapa tujuan.
3. Berdasarkan penggunaannya
a. Bendungan untuk membuat waduk (storage dams)
Adalah bendungan yang dibangun untuk membentuk waduk guna menyimpan air pada waktu kelebihan agar dapat dipakai pada waktu diperlukan.
b. Bendungan penangkap/pembelok air (diversion dams)
Adalah bendungan yang dibangun agar permukaan airnya lebih tinggi sehingga dapat mengalir masuk kedalam saluran air atau terowongan air.
c. Bendungan untuk memperlamabat jalannya air (detension dams)
Adalah bendungan yang dibangun untuk memperlamabat aliran air sehingga dapat mencegah terjadinya banjir besar. Masih dapat dibagi lagi menjadi 2, yaitu :

* Untuk menyimpan air sementara dan dialirkan ke dalam saluran air bagian hilir.

* Untuk menyimpan air selama mungkin agar dapat meresap di daerah sekitarnya.

4. Berdasarkan konstruksinya
a. Bendungan urugan (fill dams, embankment dams)
Menurut ICOLD definisinya adalah bendungan yang dibangun dari hasil penggalian bahan (material) tanpa tambahan bahan lain yang bersifat campuran secara kimia, jadi betul-betul bahan pembentuk bendungan asli. Bendungan ini masih dapat dibagi menjadi :

* Bendungan urugan serbasama (homogeneous dams)

Adalah bendungan urugan yang lapisannya sama.

* Bendungan urugan berlapis-lapis (zone dams, rockfill dams)

Adalah bendungan urugan yang terdiri atas beberapa lapisan , yaitu lapisan kedap air (water tight layer), lapisan batu (rock zones, shell), lapisan batu teratur (rip-rap) dan lapisan pengering (filter zones).

* Bendungan urugan batu dengan lapisan kedap air di muka (impermeable face rockfill dams, dekced rockfill dams)

Adalah bendungan urugan batu berlapis-lapis yang lapisan kedap airnya diletakkan di sebelah hulu bendungan. Lapisan kedap air yang biasa digunakan adalah aspal dan beton bertulang.
b. Bendungan beton (concrete dams)
Adalah bendungan yang dibuat dari konstruksi beton baik dengan tulangan maupun tidak. Ini masih dapat dibagi lagi menjadi :

* Bendungan beton berdasar berat sendiri (concrete gravity dams)

Adalah bendungan beton yang didesain untuk menahan beban dan gaya yang bekerja padanya hanya dengan berat sendiri saja.

* Bendungan beton dengan penyangga (concerete butress dams)

Adalah bendungan beton yang mempunyai penyangga untuk menyalurkan gaya-gaya yang bekerja padanya. Banyak dipakai apabila sungainya sangat lebar sedangkan keadaan geologiya baik.

* Bendungan beton berbentuk lengkung (beton berbentuk busur atau concerete arch dams)

Adalah bendungan beton yang didesain untuk menyalurkan gaya-gaya yang bekerja padaya lewat abutmen kiri dan abutmen kanan bendungan.

* Bendungan beton kombinasi (combination concerete dams, mixed type concerete dams)

Adalah merupakan kombinasi anatara lebih dari satu tipe bendungan.
c. Bendungan lainnya
Biasanya hanya untuk bendungan kecil misalnya : bendungan kayu (timber dams), bendungan besi (steel dams), bendungan pasangan bata (brick dams), bendungan pasangan batu (masonry dams).
5. Berdasarkan fungsinya
a. Bendungan pengelak pendahuluan (primary cofferdam, dike)
Adalah bendungan yang pertama-tama dibangun di sungai pada waktu debit air rendah agar lokasi rencana bendungan pengelak menjadi kering yang memungkinkan pembangunannya secara teknis.
b. Bendungan pengelak (cofferdam)
Adalah bendungan yang dibangun sesudah selesainya bendungan pengelak pendahuluan sehingga lokasi rencana bendungan utama menjadi kering yang memungkinkan pembangunannya secara teknis.
c. Bendungan utama (main dam)
Adalah bendungan yang dibangun untuk memenuhi satu atau lebih tujuan tertentu.
d. Bendungan sisi ( high level dam )
Adalah bendungan yang terletak di sebelah sisi kiri dan sisi kanan bendungan utama yang tinggi puncaknya juga sama. Ini dipakai untuk membuat proyek seoptimal-optimalnya, artinya dengan menambah tinggi pada bendungan utama diperoleh hasil yang sebesar-besarnya biarpun harus menaikkan sebelah sisi kiri dan atau sisi kanan.
e. Bendungan di tempat rendah (saddle dam)
Adalah bendungan yang terletak di tepi waduk yang jauh dari bendungan utama yang dibangun untuk mencegah keluarnya air dari waduk sehingga air waduk tidak mengalir ke daerah sekitarnya.
f. Tanggul ( dyke, levee)
Adalah bendungan yang terletak di sebelah sisi kiri dan atau kanan bendungan utama dan di tempat yang jauh dari bendungan utama yang tinngi maksimalnya hanya 5 m dengan panjang puncaknya maksimal 5 kali tingginya.
g. Bendungan limbah industri (industrial waste dam)
Adalah bendungan yang terdiri atas timbunan secara bertahap untuk menahan limbah yang berasal dari industri.
h. Bendungan pertambangan (mine tailing dam, tailing dam)
Adalah bendungan yang terdiri atas timbunan secara bertahap untuk menahan hasil galian pertambangan dan bahan pembuatnya pun berasal dari hasil galian pertambangan juga.
6. Berdasarkan jalannya air
a. Bendungan untuk dilewati air (overflow dams)
Adalah bendungan yang dibangun untuk untuk dilewati air misalnya pada bangunan pelimpah (spillway).
b. Bendungan untuk menahan air (non overflow dams)
Adalah bendungan yang sama sekali tidak boleh di lewati air.
Kedua tipe ini biasanya dibangun berbatasan dan dibuat dari beton, pasangan batu atau pasangan bata.
7. Berdasarkan ICOLD
a. Bendungan urugan tanah (earthfill dams)
b. Bendungan urugan batu (rockfill dams)
Adalah bendungan urugan yang kekuatan konstruksinya didasarkan pada urugan batu dan sebagai lapisan kedap air memakai tanah liat, tanah liat bercapur pasir/kerikil, lapisan aspal, beton bertulang atau geotextile.
c. Bendungan beton berdasar berat sendiri
d. Bendungan beton dengan penyangga
e. Bendungan beton berbentuk lengkung
f. Bendungan beton berbentuk lebih dari satu lengkung (multiple arch dams)
Adalah bendungan beton yang bentuk lengkungnya lebih dari satu dan diperkuat dengan kolom beton bertulang.

Fungsi Bendungan

Maka dapat disimpulkan, secara umum fungsi dari bendungan adalah berdasarkan peranannya:
1. Sebagai Pembangkit: Listrik tenaga air adalah sumber utama listrik di dunia. banyak negara memiliki sungai dengan aliran air yang memadai, yang dapat dibendung.
2. Sebagai Listrik: untuk keperluan pembangkit listrik
3. Untuk Menstabilkan aliran air / irigasi: Bendungan sering digunakan untuk mengontrol dan menstabilkan aliran air, untuk pertanian tujuan dan irigasi. Mereka dapat membantu menstabilkan atau mengembalikan tingkat air danau dan laut pedalaman. Mereka menyimpan air untuk minum dan kebutuhan manusia secara langsung
4. Untuk Pencegahan banjir: Bendungan diciptakan untuk pengendalian banjir
5. Untuk Reklamasi: Bendungan (sering disebut tanggul-tanggul atau tanggul) digunakan untuk mencegah masuknya air ke suatu daerah yang seharusnya dapat tenggelam, sehingga para reklamasi untuk digunakan oleh manusia
6. Untuk Air pengalihan: Bendungan yang digunakan untuk tujuan hiburan

2. SOSIALISASI PP NO 37 TAHUN 2010 TENTANG BENDUNGAN
Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian PU saat ini menambah lagi sebuah peraturan perundangannya, berupa Peraturan Pemerintah Republik Indonesia (PP) No. 37 tahun 2010 tentang Bendungan, sejak Februari 2010 yang lalu. “PP tentang Bendungan ini sudah lama dinanti oleh kita semua karena memuat peraturan-peraturan, kaidah ataupun persyaratan dalam membangun suatu bendungan, sehingga dapat mengurangi dampak ataupun resiko pada pembuatan bendungan”. Demikian disampaikan Direktur Sungai Danau dan Waduk, Widagdo pada acara Sosialisasi Peraturan Pemerintah RI No. 37 tahun 2010 tentang Bendungan, di DIY, Rabu (5/5). Acara yang dihadiri oleh praktisi maupun pihak pihak yang berhubungan dalam pelaksanaan pembuatan bendungan ini, baik dari pusat maupun daerah dimaksudkan untuk menyosialisasikan peraturan perundangan tentang bendungan kepada instansi atau pihak yang terkait di dalam pelaksanaan pembangunan bendungan. Dalam bendungan besar, dikatakan Widagdo, memiliki tinggi lebih dari 15 meter dan atau memiliki volume tampung lebih dari 500 ribu meter kubik, harus memiliki sertifikat yang pembahasannya melalui Komisi Keamanan Bendungan. Selanjutnya diusulkan kepada Menteri yang membidangi Sumber Daya Air untuk ditanda tangani sertifikasi desainnya. “Seberapa besar dan tingginya suatu bendungan, bila sudah terisi air maka memiliki resiko. Oleh karena itu stabilitas tanah dan struktur bendungan harus benar benar diperhatikan. Hal ini dilakukan mulai dari proses perencanaannya”, tegas Widagdo. Diketahui bahwa banyak bendungan yang sudah dibangun namun kondisinya kritis dan mengkhawatirkan. Menurunnya faktor kapasitas terjadi karena proses sedimentasi di daerah genangan sehingga mengakibatkan menurunnya nilai manfaatnya bendungan. Dalam program Dam Operational Improvement and Safety Project (DOISP) yang dimulai tahun 2007/2008 diketahui pula bahwa masalah operasi dan pemeliharaan juga memerlukan perhatian serius. Selain itu

B. Rumusan Masalah
1.                  Adakah permasalahn lingkungan di Bendung Raman
2.                  Apa faktor yang melatar belakangi munculnya permasalah  lingkungan di Bendung
            Raman
3.                  Apa jalan keluar/ langkah yang harus dilakukan untuk mengatasi permasalahan
            lingkungan di Bendung Raman.

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A. Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengamatan langsung, yakni peneliti datang langsung ke Bendung Raman yang berada di Desa Wonosari Kecamatan Pekalongan Kabupaten Lampung Timur.


B. Waktu dan Tempat Penelitian
 Penelitian ini dilaksanakan pada hari Minggu 25 April 2010 dan bertempat di :

Desa               : 35 Womosari
Kecamatan     : Pekalongan
Kabupaten      : Lampung Timur
Propinsi          : Lampung
                      

C. Anggapan Dasar

1.                  Terdapat permasalahan lingkungan di dalam/lingkungan Bendung Raman
2.                   Permasalahan lingkungan di Bendung Raman muncul karena beberapa faktor
3.                   Permasalahan lingkungan di Bendung Raman mempunyai jalan keluar yang berbeda
             anatara satu masalah dengan masalah lainnya.






D. Data Hasil Penelitian
1.   Sejarah Singkat Bendung Raman
2.   Permasalahan Lingkungan Di Bendung Raman
a.                  Keberadaan Enceng Gondok
Keberadaan enceng gondok dapat bermanfaat untuk mempertahankan kealamian dari bendungan namun enceng gondok dengan populasi yang berlebih juga dapat menimbulkan masalah baru bagi bendungan. Masalah tersebut diantaranya keberadaan enceng gondok dengan jumlah yang berlebih dapat memicu atau mempercepat pendangkalan bendungan selain itu keberadaan enceng gondok dapat menyumbat laju air yang masuk ke bendungan sehingga laju air yang masuk dan yang dikeluarkan oleh bendungan tidak berimbang. Akibatnya, jika debit air yang masuk ke bendungan berlebih misalnya pada musim penghujan sedangkan laju air yang dikeluarkan lebih sedikat karena tersumbat enceng gondok hal ini dapat memicu jebolnya dinding penahan bendungan

b.                   Permasalahan lingkungan lain yang ada di bendungan  ini adalah tentang keberadaan sampah. Sampah yang ada di bendungan bersumber dari aliran air yang masuk ke bendungan juga berasal dari sampah – sampah yang di bawa oleh pengunjung yang memanfaatkan Bendung Raman untuk berbagai aktifitas.

3.                  Langkah – Langkah yang harus Dilakukan

Dalam menyikapi permasalahan lingkungan yang ada di bendungan ini harus ada komitmen dan kerjasama yang serius dari berbagai pihak. Pemerintah harus mengeluarkan peraturan yang megatur dan mengontrol keberadaan bendungan selain itu harus ada kesadaran yang lebih mendalam akan manfaat/ peran dari bendungan. Keberadaan enceng gondok seharusnya dapat diatasi oleh pemerintah dengan jalan menggandeng pihak swasta sebagai penggalang dana dan masyarakat sekitar sebagai pelaku. Misalnya, dengan mencari pihak yang dapat memberi suntikan dana untuk mendirikan sebuah usaha yang dijalankan oleh masyarakat untuk memanfaatkan keberadaan encek gondok yang berlebih seperti yang dilakukan oleh para masyarakat yang ada disekitar danau Rawa Pening yang memanfaatkan enceng gondok menjadi berbagai barang kerajinan tangan yang mempunyai nilai ekonomis. Dengan langkah tersebut akan dapat menyelesaikan masalah keberadaan enceng gondok yang berlebih juga dapat menciptakan peluang kerja bagi masyarakat sekitar bendungan, selanjutnya setelah bendungan terbebas dari enceng gondok atau populasi enceng gondok sudah dapat dikendalikan masyarakat dapat memanfaatkan bendungan untuk memdirikan keramba apung atau uasaha lainnya yang berbasis air. Lalu tentang menyikapi sampah harus ada kesadaran dari pihak – pihak teruama pengunjung akan peran bendungan yang sangat penting sehingga tidak akan membuang sampah di sembarang tempat karena dapat menimbulkan permalsahan lingkungan.



























BAB IV.

 PENUTUP


A. KESIMPULAN

Bendungan Bendung Raman mempunyai berbagai permasalahan lingkungan yang masih dalam taraf sederhana yakni permasalahan lingkungan yang berhubungan dengan pengelolaan bendungan dan masalah – masalah yang ditimbulkan oleh pihak lain di luar pihak yang terkait. Permasalahan lingkungan yang ada dapat diselesaiakan apabila ada kerjasama dan pengananan yang serius, pemerintah bertindak sebagai pelopor dan pengawas sedangkan masyarakat sekitar bertindak sebagai pelaku kaitanya dengan menjaga dan meningkatkan peran bendungan Bendung Raman.

B. PENUTUP

Alhamdullilah puji syukur penulis ucapkan kepada ALLAH SWT yang trlah memberikan  taufik serta hidayah-Nya. Sehingga tim penulis dapat menyelesaikan karya tulis ini . karya tulis ini masih mem,iliki banyak kesalahan dan kekurangan, olrh karena itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran dari p-embaca agar terciptanya karya tulis yang lebih bik dan dapat bermanfaat bagi pembaca.akhirnya penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang trlah membantu dalm menyesaikan kaarya tulis ini.









                                                                                                                        


DAFTAR PUSTAKA



Hak cipta Pusat Pengolahan Data (PUSDATA) Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia
Jl. Pattimura No. 20 Kebayoran Baru, Jakarta 12110 - Telp: 021-7392262
e-mail : pusdata.pu,go.id



































Lampiran






















































Tidak ada komentar:

Poskan Komentar